"Satu dua minggu ini sudah terbentuk, tahap pertama menyelesaikan target revitalisasi pabrik gula, subsidi bunga yang melibatkan perbankan," kata Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima saat ditemui usai acara raker komisi VI dengan Mendag, Senin (25/1/2010).
Ia menjelaskan, panja ini bertujuan untuk mengawal target Indonesia mencapai swasembada gula di 2014. Maklum saja selama ini target produksi gula nasional selalu meleset seperti yang terjadi padaΒ tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target kita bisa berswasembada gula, bukan hanya konsumsi dan juga industri," katanya.
Seperti diketahui pada tahun 1930-an diera kolonial, Indonesia menjadi salah satu produsen gula terbesar kedua di dunia setelah Kuba dengan memproduksi 3 juta ton gula pertahun. Setelah proses nasionalisasi diera tahun 1950-an produksi gula nasional terus merosot, titik terendah terjadi pada tahun 2003 hanya memproduksi 1,62 juta ton.
Pemerintah menargetkan pada tahun 2014 Indonesia sudah berswasembada gula sehingga sudah tidak akan mengimpor gula lagi. Pada tahun 214 kebutuhan gula diproyeksikan mencapai 5,7 juta ton yang mencakup 2,96 juta ton gula konsumsi masyarakat dan 2,74 juta ton untuk gula industri.
(hen/qom)











































