Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada detikFinance , Senin (25/1/2010).
"Dengan adanya upgrade (kenaikan peringkat), diharapkan 'cost of borrowing ' (biaya utang) bisa lebih efisien," ujarnya.
Rahmat mengatakan, dengan kenaikan peringkat ini maka Indonesia tinggal selangkah lagi menjadi investment grade . "Kenaikan rating ini juga bisa dianggap sebagai pengakuan dunia terhadap kinerja otoritas fiskal dan moneter dalam pengelolaan APBN, termasuk pengelolaan utang, dan stabilitas moneter," jelas Rahmat.
Kenaikan peringkat ini, dikatakan Rahmat, merupakan penghargaan bagi Indonesia karena bisa melewati krisis ekonomi global di 2008 dan 2009 dengan sangat baik yang dilihat dari momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi serta keuangan yang tetap terjaga.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono menambahkan, kenaikan peringkat ini merupakan refleksi dari resiliensi perekonomian Indonesia menghadapi gejolak eksternal.
"Neraca pembayaran kita yang cenderung surplus baik di neraca pembayaran maupun neraca modal sehingga cadangan devisa terus meningkat. Demikian pula defisit APBN dan pembiayaan yang cukup sehat khususnya bila dibandingkan negara-negara lain satu peer group," urai Hartadi.
(dnl/dnl)











































