Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, program 100 hari Kementerian Perindustrian hingga kini tersisa 5 persen lagi. Hidayat optimistis program tersebut bisa rampung tepat pada waktunya.
"Dari seluruh program kita tinggal 5 persen lagi," ujarnya di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini harus selesai pada waktunya. Semua sudah siap, tinggal jalan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengaku program 100 harinya juga hampir rampung.
Pihaknya tinggal menyelesaikan dan menyampaikan draft akhir mengenai Keppres 80 Tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa sebelum akhirnya akan ditandatangani oleh Presiden.
"Alhamdulillah tinggal besok sampaikan ke Kantor Menko Perekonomian. Nanti dikirim ke presiden, Kamis ini selesai," ujarnya.
Lain lagi dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang mengaku tidak terlalu memikirkan program 100 hari dan lebih fokus ke rencana 5 tahun ke depan.
"Kita tidak hanya pikirkan 100 hari, tapi 5 tahun ke depan," ungkap Mari.
Namun demikian, ia tetap bangga dengan kinerja 100 hari yang dinilainya cukup baik. "Yang penting programnya masih biru," ujarnya.
Ditemui di tempat yang sama, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan kinerja 100 harinya masuk dalam kategori baik.
"Program 100 hari baik," katanya ketika ditanya kabar terakhir program pemerintah itu.
Menurutnya, salah satu yang masuk dalam program 100 hari Kementerian ESDM adalah persyaratan dan skema subsidi BBM di tahun 2010. Selain itu juga pemetaan pasokan gas untuk listrik dan pupuk, serta rencana induk jaringan transmisi gas bumi nasional.
"Skema subsidi kita akan semakin mengarah ke subsidi langsung," pungkasnya.
(ang/qom)











































