10 Importir Terigu Insyaf Jadi Produsen

10 Importir Terigu Insyaf Jadi Produsen

- detikFinance
Selasa, 26 Jan 2010 18:10 WIB
Jakarta - Sebanyak 10 importir terigu lokal beralih menjadi produsen tepung terigu. Peralihan ini karena pemerintah dan asosiasi gencar melakukan razia produk terigu impor non standar yang tidak sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).

Sepuluh importir yang beralih jadi produsen itu antara lain PT. Asia Raya, PT. Kwala Intan new Grain, PT. Tri Pilar Pangan Utama. PT. Jakaranatama, PT. Cerestar Flour Mills, PT. Pundi Kencana, PT. Fugui Flour & Grain, PT. Bungasari Flour Mills, PT. Berkat Indah Gemilang, PT. Purnomosidi Sejati.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutir Asosiasi produsen tepung terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies dalam acara konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/1/2010).
Β 
"Saya intens terhadap produk-produk ilegal, terhadap pesaing-pesaing, itu menumbuhkan peralihan importir menjadi produsen," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ratna, masalah peralihan ini lazim terjadi ketika suatu negara sangat ketat menerapkan standar mutu produknya terhadap barang-barang tertentu seperti terigu dan lain-lain. Sehingga dengan kata lain, penerapan standar nasional Indonesia (SNI) telah mendorong adanya investasi dari para importir karena tak mau direpotkan dengan ketentuan standar saat mengimpor.

"Ketika aturan ditegakan maka mereka (importir) males untuk rese," katanya

Ia mencontohkan dalam kasus Indofood saat memasarkan produk mie instan merek Indomie di Nigeri dan Mesir sering direpotkan dengan adanya ketentuan oleh pemerintah setempat. Namun akhirnya pihak Indofood memutuskan untuk membangun pabrik Indomie di Afrika.

Aptindo juga mencatat tiga produsen terigu baru yaitu Cerestar Flour Mills, Kwala Intan New Grain dan Lumbung mulai berproduksi tahun ini. Maka industri terigu domestik mendapatkan tambahan kapasitas terpasang sekitar 600 ribu ton.

Hingga kini industri terigu nasional bergerak dengan tingkat utilisasi mencapai 60% dari kapasitas produksi terpasang 7 juta ton. Dari kapasitas terpakai itu, 75% menghasilkan terigu dan sisa 25% produk turunan gandum, seperti pakan ternak. Pertumbuhan permintaan terigu tahun 2010 diprediksi akan naik 5% dari 3,9 juta ton dari tahun 2009 lalu.

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads