Β
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan ketika ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa malam (26/1/2010).
Β
"Kami sudah siap mencari investor alternatif pengganti Emaar," ujar Gita.
Β
Gita mengatakan, kasus gagal bayar obligasi Dubai World ikut mempengaruhi keuangan Emaar. Apalagi Emaar mempunyai proyek-proyek besar di Timur tengah.
Β
"Jadi pasti mereka fokusnya ke sana dulu. Jadi kita sudah tegaskan calon alternatifnya dari Timur Tengah dan luar Timur Tengah. Tapi untuk pastinya akan kita diskusikan dengan stakeholder yang ada, seperti Menteri BUMN dan Pemda dengan supervisi Menko Perekonomian," tuturnya.
Β
Emaar sejauh ini memang belum memberi pernyataan resmi apakah akan meneruskan investasinya atau tidak. Semula sempat ada kekhawatiran, investasi Emaar di Lombok akan mendapat kendala baru, menyusul pengumuman Pemerintah Dubai yang mengumumkan gagal bayar atas sebagian obligasi Dubai World yang jatuh tempo.
Β
Emaar berencana membangun resort dan kawasan wisata terpadu di Pantai Aan, Lombok Tengah. Total Emaar akan menanamkan investasinya US$ 600 juta atau mendekati angka Rp 7 triliun. Jika investasi ini sudah beroperasi, Emaar merencanakan akan mendatangkan dua juta wisatawan asing tiap tahun ke Lombok.
(nia/qom)











































