Emma Sri Martini Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang merupakan induk perusahaan IIF mengatakan, dengan mendukung akselerasi pelaksanaan KPS (Kerjasama Pemerintah Swasta), IIF berharap dapat ikut mendanai proyek-proyek infrastruktur.
"Dengan kriteria layak komersial. Dan ketika di-due diligence, memenuhi prinsip governance," ujarnya dalam acara Soft Launching IIF di kantornya gedung BRI II Jalan Jenderal Sudiman Jakarta Rabu (27/1/2010).
Ditambahkan Emma, dari komitmen investasi yang telah disampaikan oleh para shareholder (PT SMI, IFC, ADB, dan DEG) sebesar Rp 1,6 triliun, ditambah pinjaman dari World Bank dan ADB masing-masing senilai Rp 1 triliun, perseroan yakin akan dapat melakukan pembiayaan proyek di bidang infrastruktur di masa mendatang. Tentu, proyek yang didanai masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan sebelumnya.
Dari total komitmen dana sebesar Rp 3,6 triliun tersebut, sekitar Rp 1 triliun sudah masuk ke dalam SMI. Sisanya akan dilakukan dalam bentuk pinjaman bertahap. Sebanyak Rp 600 miliar, telah masuk dalam modal disetor IIF.
"Kami mengharap private sector juga bisa masuk ke dalam IIF. Kami ingin semua pihak terlibat dalam memajukan sektor infrastruktur," katanya.
Bunga pinjaman yang diberikanoleh IIF didasarkan atas jangka waktu pinjaman dan tingkat risiko dari setiap proyek.
"Kita pasti akan kasih pinjaman yang bersifat long term. Namun lending rate (bunga pinjaman) tentu masing-masing punya karakter. Tidak disamakan, tergantung tenor dan risk appetide . Namun fokus tetap di basic infrastructure , seperti Power Plan , Water , dan Toll Road ," imbuhnya.
Selain itu, IIF juga menargetkan masuk pasar modal pada 2014. Target ini akan terealisasi jika terjadi pertumbuhan yang signifikan dari perseroan dalam empat tahun ke depan.
"Kalau bagus growth -nya, bookbuilding -nya, bisa masuk ke capital market dalam empat tahun ke depan, bisa IPO atau Bond," jelas Emma.
(wep/dnl)











































