Optimis Harga Minyak Membaik, DESDM Ajukan US$ 22-25 di RAPBN 2005

Optimis Harga Minyak Membaik, DESDM Ajukan US$ 22-25 di RAPBN 2005

- detikFinance
Jumat, 23 Apr 2004 11:23 WIB
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro optimis harga minyak internasional pada tahun mendatang akan lebih baik. Akibatnya pihak DESDM akan mengajukan harga minyak dalam RAPBN 2005 di kisaran US$ 22-US$ 25 per barel, lebih tinggi dari APBN 2004 di posisi US$ 22 per barel."Saya lihat harga minyak ke depan akan lebih baik dari sekarang. Jadi kita akan ajukan US$ 22-US$ 25," kata Purnomo Yusgiantoro di Depkimpraswil, Jakarta, Jumat (23/4/2004). Sementara untuk produksi minyak dan kondensat, pada RAPBN 2005 DESDM akan mengajukan angka yang sama dengan APBN 2004 sebesar 1,15 juta barel per hari. Purnomo mengakui posisi produksi ini tergolong konvensional. "Produksi minyak sudah mulai membaik tapi kita pakai konvensional untuk menjaga keamanan APBN," tukasnya. Purnomo juga mengatakan pemerintah saat ini tetap akan mempertahankan subsidi bagi minyak tanah dan solar pada 2005. "Memang keputusan akan ada di kabinet pemerintahan baru nanti, tapi kita sendiri akan memberikan kondisi makro ekonomi pada kabinet yang baru itu," demikian Purnomo. OPECPada kesempatan yang sama Purnomo menegaskan OPEC optimis harga minyak akan kembali turun berada di kisaran harga OPEC US$ 22-US$ 28 per barel sebelum pertemuan selanjutnya pada Juni 2004 di Beirut. "Kita harapkan, sebelum pertemuan di beirut harga minyak sudah masuk di kisaran harga minyak OPEC. Kemarin kan sempat turun," kata Purnomo yang juga menjabat sebagai Presiden OPEC.Dia menambahkan ledakan yang terjadi di Irak dua hari yang lalu memang membawa dampak pada supplai minyak dunia. Namun demikian dampak tersebut tidak akan signifikan mengingat anggota OPEC lainnya telah memproduksi lebih. (nit/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads