World Bank: Subsidi Industri Cenderung akan Gagal

World Bank: Subsidi Industri Cenderung akan Gagal

- detikFinance
Kamis, 28 Jan 2010 16:11 WIB
World Bank: Subsidi Industri Cenderung akan Gagal
Jakarta - Ketidaksiapan beberapa sektor industri Indonesia dalam melaksanakan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) masih berkutat pada masalah daya saing industri dalam negeri yang kalah bersaing dengan China. Opsi pemberian susbsidi bagi industri dinilai tidak akan efektif untuk menggenjot daya saing industri nasional.

"Hanya mensubsidi atau melindungi industri tidak terlalu berhasil," kata Director of the World Bank Prospect Group World Bank Hans Timmer dalam acara seminar Indonesia Economic Outlook di Graha Niaga, Jakarta Kamis (29/1/2010).

Ia menambahkan, dengan memberikan subsidi bagi industri, maka biaya yang akan dikeluarkan jauh lebih besar. Padahal kata dia, ada cara-cara yang efektif untuk bisa meningkatkan daya saing industri diantaranya dengan menciptakan zona-zona industri, peningkatan pelabuhan yang efisien, pasokan listrik yang terjamin, mengundang investor asing dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengatakan, dampak perdagangan bebas, dari sisi perolehan bahan baku bagi industri dalam negeri bisa memberikan hal yang positif karena industri akan mendapatkan bahan baku atau mentah yang lebih murah dari negara lain.

Sementara itu ekonom INDEF Ikhsan Modjo mengatakan, masalah subsidi industri masih perlu diberikan, namun harus dilihat dari sisi industri mana yang paling cocok menerimanya. Selama ini mekanisme pemberian subsidi bagi industri mudah disampaikan namun tidak gampang direalisasikan.

"Subsidi industri perlu tapi industri apa, langkah-langkahnya ribet," katanya.

Menurutnya subsidi industri bisa diberikan dalam bentuk keringanan pajak, keringanan bea masuk saat mengimpor bahan baku melalui bea masuk ditanggung pemerintah (BM-DTP) dan lain-lain.
(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads