Demikian disampaikan Direktur Utama PTPN VIII Bagas Angkasa saat ditemui detikFinance di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
"Produk utama kita kan teh. Namun secara keseluruhan di tahun 2010 akan mencapai Rp 2 triliun. Tahun lalu kita sudah capai Rp 1,6 triliun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk teh, pendapatan tahun 2010 akan mencapai Rp 950 miliar, atau sekitar 50-60%. Sisanya dari sawit dan kopi," ujarnya.
Sementara itu, laba bersih juga ditargetkan meningkat 47,63% pada tahun 2010. Laba yang dibidik PTPN VIII mencapai Rp 128 miliar. Bandingkan dengan apa yang diraih perusahaan plat merah ini pada tahun lalu, Rp 86,7 miliar.
"RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) kita tahun lalu, laba ditargetkan Rp 80,9 miliar. Di akhir mencapai Rp 86,7 miliar. Tahun ini kita inginkan net profit capai Rp 128 miliar," ujarnya.
Lanjutnya, "kita baru untung (laba) tahun 2009. Tahun 2008 kami masih rugi," kata Bagas.
Total lahan perkebunan teh yang dimiliki PTPN VIII, sampai saat ini mencapai 27 ribu ha. Tahun 2010 direncanakan akan ada penanaman kembali (replanting) teh di lahan seluas 900 ha. Ini meningkat dibanding periode sebelumnya yang tercatat 800 ha.
PTPN VIII juga telah menyampaikan RKAP-nya kepada kementrian BUMN hari ini. "RKAP telah disetujui oleh kementerian," imbuhnya.
(wep/ang)










































