PTPN VIII Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun di 2010

PTPN VIII Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun di 2010

- detikFinance
Kamis, 28 Jan 2010 16:26 WIB
PTPN VIII Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun di 2010
Jakarta - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menargetkan peningkatan pendapatan 25% di tahun 2010, dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp 2 triliun. Naiknya pendapatan itu masih diandalkan dari hasil perkebunan teh Walini, sebesar Rp 950 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Utama PTPN VIII Bagas Angkasa saat ditemui detikFinance di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/1/2010).

"Produk utama kita kan teh. Namun secara keseluruhan di tahun 2010 akan mencapai Rp 2 triliun. Tahun lalu kita sudah capai Rp 1,6 triliun," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan Bagas, perkebunan teh tetap menjadi andalan dalam menghasilkan pendapatan bagi perusahaan tahun 2010. Porsi perkebunan teh mencapai 60%. dari total pendapatan. Sisanya disumbang oleh perkebunan sawit dan kopi.

"Untuk teh, pendapatan tahun 2010 akan mencapai Rp 950 miliar, atau sekitar 50-60%. Sisanya dari sawit dan kopi," ujarnya.

Sementara itu, laba bersih juga ditargetkan meningkat 47,63% pada tahun 2010. Laba yang dibidik PTPN VIII mencapai Rp 128 miliar. Bandingkan dengan apa yang diraih perusahaan plat merah ini pada tahun lalu, Rp 86,7 miliar.

"RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) kita tahun lalu, laba ditargetkan Rp 80,9 miliar. Di akhir mencapai Rp 86,7 miliar. Tahun ini kita inginkan net profit capai Rp 128 miliar," ujarnya.

Lanjutnya, "kita baru untung (laba) tahun 2009. Tahun 2008 kami masih rugi," kata Bagas.

Total lahan perkebunan teh yang dimiliki PTPN VIII, sampai saat ini mencapai 27 ribu ha. Tahun 2010 direncanakan akan ada penanaman kembali (replanting) teh di lahan seluas 900 ha. Ini meningkat dibanding periode sebelumnya yang tercatat 800 ha.

PTPN VIII juga telah menyampaikan RKAP-nya kepada kementrian BUMN hari ini. "RKAP telah disetujui oleh kementerian," imbuhnya.
(wep/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads