Setelah sebelumnya Hidayat telah berhasil mendapat jaminan pasokan gas untuk pembangunan pabrik pupuk urea baru yaitu PKT-5 Kalimantan Timur melalui manuver negosiasinya.
Bahkan dalam tahun 2010 ini juga, ada empat pabrik pupuk dalam kerangka revitalisasi dan pembangunan pabrik pupuk akan diusahakan negosiasi, terutama soal jaminan pasokan gas, di antaranya yaitu Pusri, Kujang, PIM (Pupuk Iskandar Muda), dan Gresik.
"Tahun 2010 ini saya akan menyelesaikan 4 pabrik pupuk lainnya," kata Hidayat saat ditemui di sela-sela acara pameran Feed The World, di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (29/1/2010).
Menurutnya jaminan pasokan gas bagi industri pupuk sangat penting karena gas menjadi salah satu bahan baku utama industri pupuk. Hal ini juga akan sejalan dengan program dunia usaha melalui Kadin dengan program Feed The World, yaitu pasokan pupuk yang cukup akan menopang produktivitas pangan nasional dan memasok dunia.
"Kalau swastanya yang krusial untuk industri keramik dengan PGN (Perusahaan Gas Negara), itu agenda saya (untuk negosiasi)," kata Hidayat.
Khusus untuk program revitalisasi pabrik pupuk, pemerintah telah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) yang akan menjadi panduan menjalankan program peremajaan pabrik pupuk. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri minimal 75% dalam rangka pembangunan pabrik-pabrik pupuk baru.
"Kita siapkan Inpres revitalisasi pabrik pupuk, isinya soal suplai gas, siapa menangani apa, tanggal 1 Februari (2010) diteken Presiden," katanya.
(hen/dnl)











































