Dalam sesi tersebut, salah satu importir asal Surabaya bernama Suwondo menegaskan kepada SBY dalam film pendek mengenai National Single Window (NSW) yang dibuat Ditjen Bea dan Cukai, dirasakan layanan NSW ini hanya sebuah adegan rekayasa.
"Bapak (SBY) kalau nonton di film itu terkesan rekayasa, nah ini saya memberi kesaksian," ujarnya.
Namun, sebelum Suwondo melanjutkan bicara, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) memotongnya.
"Kalau begitu, Bapak bersedia main film? Tapi royaltinya bagi dua ya. Tapi jangan lupa pajaknya, ya," ujar SBY sambil bercanda, yang langsung ditanggapi derai tawa para tamu undangan yang hadir.
Ternyata tawaran royalti tersebut ditanggapi panitia di akhir dialog. Pihak panitia akan menyertakan Suwondo dalam film pendek yang akan dibuatnya lagi dengan pembagian royalti kepada Presiden SBY.
(nia/dnl)










































