Hidayat mengaku, sebagai seorang menteri ekonomi bidang industri, ia selalu menjadi langganan kunjungan para dubes-dubes asing yang setiap hari bertandang ke kantornya. Kunjungan para dubes ini tidak lain tidak bukan mempromosikan negaranya untuk menarik investasi dari Indonesia, promosi dagang, promosi pameran layaknya seorang salesman.
"Pertanyaan saya, dubes kita diluar negeri seaktif itu enggak yah?" ucap Hidayat bertanya-tanya saat ditemui di JCC, Jakarta, Jumat malam (29/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para dubes RI dituntut bukan hanya memiliki kemampuan berdiplomasi namun harus memiliki kemampuan berpromosi produk-produk ekspor Indonesia dan mampu menarik investasi ke Indonesia.
"Presiden tahu, beliau setuju. Saya pernah berbincang soal ini," kata Hidayat
Ia mencontohkan beberapa contoh dubes asing yang cukup agresif antara lain dubes China, Jepang bahkan Singapura yang cukup aktif menggenjot sektor perdagangannya. Saat ini, beberapa dubes RI di luar negeri beberapa diantaranya sudah cukup aktif seperti dubes-dubes di kawasan Eropa, Jepang dan Asia yang kerap kali membawa rombongan-rombongan delegasi bisnis asing dibidang perdagangan juga investasi.
"Kalau itu dimaksimalkan, kinerja ekonomi kita bisa terbantu," tegas Hidayat.
(hen/ang)











































