"Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2009 mencapai US$ 116,49 miliar atau menurun 14,98% dibanding periode yang sama tahun 2008, sementara ekspor nonmigas mencapai US$97,47 miliar atau menurun 9,66%," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (1/2/2010).
Sementara untuk Desember 2009 saja, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 13,3 miliar, naik 23,69% dibanding November 2009 atau naik 49,82% dibanding Desember 2008.
Nilai ekspor non migas Indonesia pada Desember 2009 mencapai US$ 10,83 miliar atau naik 28,3% dibanding November 2009 atau naik 44,55% dibanding ekspor non migas Desember 2008.
"Ekspor Desember 2009 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Belum ada yang pernah di atas US$ 13 miliar, paling tinggi di 2008 sekitar US$ 12 miliar. Tertinggi karena sumbangan komoditas CPO yang kenaikan US$ 1,09 miliar," tutur Rusman.
Untuk negara tujuan ekspor Indonesia, terbesar masih Jepang, diikuti China, lalu Amerika Serikat.
"Pada Desember 2009, rata-rata semua negara mengalami kenaikan ekspor kecuali Australia. Ini menunjukkan perekonomian sudah pulih dan berdampak pada ekspor kita," jelas Rusman.
Sementara untuk impor, Rusman mengatakan jumlah impor Indoensia sepanjang 2009 mencapai US$ 96,86 miliar atau turun 25,03% dibanding impor sepanjang 2008.
Untuk Desember 2009 saja, nilai impor Indonesia mencapai US$ 10,33 miliar atau naik 17,15% dibanding November 2009. Negara pengimpor terbesar dipegang oleh China, diikuti Jepang dan Singapura. (dnl/qom)











































