Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers bulanan di Kantor BPS, Jakarta, siang ini (1/2/2010).
Menurut Rusman, kenaikan harga beras yang mencapai 8,45% untuk beras murah dan 7,8% untuk beras mahal, yang terjadi sejak Januari 2010 menyumbang 0,35% terhadap inflasi bulan Januari 2010Β yang mencapai 0,84%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain beras, Rusman menyatakan inflasi bulan ini juga dipicu harga nasi dan lauk pauk yang menyumbang sebesar 0,09%.
"Ini mungkin karena wartawan sering makan di luar dan makan nasi bungkus," canda Rusman.
Ikan segar juga memicu inflasi sebesar 0,07%, gula pasir sebesar 0,06%, dan cabai merah sebesar 0,06%.
"Ternyata cabai merah yang tidak terlalu pedas, cukup memberikan rasa pedas bagi inflasi kita," tegasnya.
Untuk komoditas yang mengalami deflasi bulan Januari 2010 ini adalah jeruk sebesar 0,05% dan emas sebesar 0,04%.
"Sekarang ini harga emas lagi turun, jadi disarankan ibu-ibu dan rekan wartawan yang wanita untuk membeli emas," ujar Rusman.
BPS mengumumkan Januari 2010 sebesar 0,84%. Sementara inflasi year on year 3,72%. Hampir semua sektor mengalami kenaikan harga.
(nia/qom)











































