"Kami minta kepada Pemerintah dan BPH Migas bisa kasih penugasan lebih awal yaitu pada awal Juli," ujar Direktur Utama AKR, Haryanto Adikoesoemo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/2/2010).
Menurut Haryanto, dengan dipercepatnya waktu pengumuman pemenang tender distributor BBM bersubsidi, maka setiap badan usaha yang akan menjadi distributor BBM bersubsidi memiliki waktu yang lebih leluasa untuk menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menyalurkan BBM bersubsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau penugasnya sudah ditetapkan awal Juli, mungkin bisa lebih banyak infrastruktur yang selesai dibangun," kata dia.
Selain itu, untuk mendorong minat investor swasta masuk dalam pendistribusian BBM bersubsidi di Indonesia timur, Haryanto mengusulkan agar biaya distribusi dan margin (alpha) BBM bersubsidi di Indonesia Timur lebih besar dari alpha BBM bersubsidi di Indonesia Barat.
"Itu supaya pemain-pemain lain (selain Pertamina-red), mau bangun infrastruktur BBM di Indonesia Timur. Sehingga kelangkaan di Indonesia barat dan timur bisa di atasi," tegasnya.
(epi/qom)











































