PLN Ancam Pailitkan Penunggak Rekening Listrik
Senin, 26 Apr 2004 15:25 WIB
Jakarta -
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero mengancam akan memailitkan penunggak rekening listrik yang tidak segera menyelesaikan kewajibannya. Pasalnya hingga April 2004 tunggakan PLN masih berjumlah Rp 600 miliar. Instansi penunggak terbesar masih didominasi oleh industri. Demikian diungkapkan Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Sunggu Anwar Aritonang di DESDM, Jakarta, Senin (26/4/2004). "Para penunggak pada umumnya berasal dari industri besar dan kecil. Kita mau tegas dalam memberikan sanksi, baik melalui somasi ataupun tuntutan pailit.Tapi ini memang harus dikaji lebih lanjut, jangan sampai akhirnya malah merugikan kami," kata Sunggu. Menurutnya, angka sebesar Rp 600 miliar memang sudah mengalami kemajuan dibanding sebelumnya yang berjumlah Rp 860 miliar atau Rp 1,3 triliun pada Januari 2004. "Jadi PLN mengimbau penunggak untuk segera membayar. Kita bersedia bernegosiasi, misalnya dengan mencicil pembayaran. Ini lebih baik daripada tidak membayar sama sekali," ungkapnya. Losses BerkurangPada kesempatan yang sama Sunggu juga mengungkapkan susut jaringan (losses) hingga Maret 2004 telah berhasil mencapai single digit di level 9,5 persen untuk wilayah Jawa. Diharapkan berkurangnya losses itu akan memberikan dampak secara signifikan terhadap losses secara nasional. Dengan demikian target losses nasional pada 2004 sebesar 12 persen dapat dicapai. "Kita berhasil menekan losses karena kita memerangi pencurian listrik. Misalnya saja untuk penerangan jalan umum, kebanyakan menggunakan listrik curian. Dari situ saja kita bisa menghemat Rp 630 miliar," ungkapnya.Menurut Sunggu, pulau Jawa hingga saat ini berhasil menyumbangkan 80 persen dari pendapatan PLN. "Jadi kalau Jawa bisa ditekan, kita akan bisa berhemat lebih besar lagi. Sekarang kita terus mengejar penurunan losses di luar Jawa. Sekarang sudah mulai tampak, misalnya untuk Riau yang Januari lossesnya mencapai 17 persen sekarang sudah berkurang ke 11 persen," katanya.Penghematan itu, lanjut Sunggu, akan bertambah jika PLN berhasil menekan kerugian karena susut jaringan akibat teknis. Diperkirakan investasi jaringan yang telah dilakukan PLN pada tahun ini baru bisa memberikan dampak pada 2005.
(nit/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































