Menurut Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, revisi tersebut dilakukan setelah seluruh BUMN melangsungkan rapat umum pemegang saham (RUPS) pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
"Setelah RUPS angka usulan target aktiva disepakati ada perubahan, naik ke Rp 2.505 triliun," katanya di kantornya, Jalan MEdan MErdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/1/2010).
Ia mengatakan, di tahun 2004 lalu, aset 141 perusahaan pelat merah baru skitar Rp 1.200 triliun. Hanya dalam waktu beberapa tahun angkanya naik secara signifikan.
Menurut Said, saat ini, PT PLN (Persero) masih memegang urutan teratas sebagai pemegang aset terbesar seabnyak Rp 423 triliun, diikuti oleh PT Bank Mandiri Tbk di tempat kedua dengan aset Rp 400 triliun.
Berikut adalah 10 BUMN dengan aset terbesar:
- PT PLN Rp 423 triliun
- PT Bank Mandiri Tbk Rp 400 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Rp 367 triliun
- PT Pertamina Rp 310 triliun
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Rp 257 triliun
- PT Telkom Rp 107 triliun
- PT Jamsostek Rp 92 triliun
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Rp 66 triliun
- PT Taspen Rp 41 triliun
- PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Rp 37 triliun
"Aset Pertamina ini masih belum direvaluasi, nanti kalau sudah mungkin akan menjadi nomor satu mengalahkan PLN," katanya.
Sedangkan aset BUMN terkecil dipegang oleh PT Pragja Paramitra sebesar Rp 3,8 miliar.
(ang/dnl)










































