"Banyak aspek perdangan dan investasi yang harus kita genjot lagi," kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Istana Cipanas, Cianjur, Selasa (2/2/2010).
Berdasar data yang dia miliki, volume perdagangan RI-AS pada 2008 tercatat sebesar US$ 20 miliar. Namun melemahnya ekonomi AS akibat gempuran krisis keuangan global, otomais membuat volume perdagangannya dengan Indonesia ikut melorot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ditekannya bahwa bukan hanya pemulihan hubungan ekonomi yang menjadi perhatian utama pemerintah. Hubungan penting RI-AS juga mencakup kerjasama dalam bidang pendidikan, pertahanan, pencegahan perubahan iklim, anti terorisme, hubungan antar umat beragama dan banyak lagi lainnya.
"Indonesia pemain kunci di ASEAN dan G20 serta negara berpenduduk muslim terbesar dunia, ini aset khusus kita. Kalau bisa menjalin hubungan konstuktif dengan AS maka kita bisa menjadi bagian solusi masalah dunia," sambung dia.
(lh/qom)











































