Berdasarkan situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) yang dikutip detikFinance, Rabu (3/2/2010) menyebutkan, rencananya Medco E&P Indonesia memasok gas sebanyak 1 MMSCFD yang dihasilkan dari wilayah kerja Lapangan Mamburungan selama 10 tahun.
Sementara Pertamina EP akan memasok dua kota yaitu Depok dan Bekasi. Untuk Depok, anak usaha Pertamina ini akan menyalurkan sebanyak 1 MMSCFD selama 20 tahun dan untuk Bekasi memasok sebanyak 2 MMSCFD selama 20 tahun. Sedangkan Sidoarjo dipasok dari Lapindo Brantas sebanyak 2 MMSCFD selama 5 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaringan distribusi gas untuk Tarakan akan dibangun di Kelurahan Karang Balik dan Sebengkok. Untuk Depok, jaringan distribusi gas rencananya dibangun di Kelurahan Beji dan Beji Timur. Untuk Bekasi, dibangun di Kelurahan pejuang dan Kaliabang Tengah. Sedangkan untuk Sidoarjo, jaringan distribusi gas akan dibangun di Medaeng, Ngingas, Wedoro, dan Tambaksawah.
Di masing-masing kota, jumlah sambungan rumah yang akan mendapat fasilitas ini berkisar antara 3 ribu sampai 4 ribu.
Pembangunan jaringan distribusi gas untuk rumah tangga merupakan salah satu program prioritas sektor migas 2010. Pembangunan jaringan distribusi gas bertujuan meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri, sekaligus menggantikan peran minyak tanah dan LPG.
Sebelumnya, jaringan distribusi gas juga sudah dibangun di Palembang dan Surabaya mulai tahun 2009. Untuk Surabaya, diperuntukkan bagi 3.200 rumah tangga yang tersebar di dua Kelurahan yaitu, Kelurahan Kalirungkut dan Rungkut Kidul.
Sedangkan untuk Kota Palembang, pembangunan jaringan pipa gas kota diperuntukkan bagi 4.200 rumah tangga di Kelurahan Lorok Pakjo dan Siring Agung.
(epi/dnl)











































