Pertamina & Petronas Berniat Ikut PLN Bangun Terminal LNG
Selasa, 27 Apr 2004 14:28 WIB
Jakarta - Perusahaan minyak asal Malaysia Petronas dan Pertamina menyatakan minatnya untuk bekerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam pembangunan terminal gas alam cair (LNG/liquefied natural gas) di Jawa Barat. Namun demikian hingga kini kedua perusahaan tersebut belum mengajukan penawaran kerjasamanya dalam bentuk formal. Hal ini dikatakan Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim menyatakan di DESDM, Jakarta, Selasa (27/4/2004)."Jadi kita akan mencari mitra dalam pembangunan LNG terminal itu. Semakin banyak mitra semakin baik. Tapi sejauh ini Petronas dan Pertamina sudah menunjukkan minatnya," ujarnya.LNG terminal itu sendiri diperkirakan dapat beroperasi penuh pada 2005 dengan kebutuhan dana sekitar US$ 300 juta. Adapun kapasitas LNG terminal itu sendiri mencapai 400-800 juta kaki kubik per hari. Ditambahkan Ali, dalam bulan Juni mendatang PLN juga akan membukaproses tender dalam pembangunan proyek (engineering and procurement contract/EPC) tersebut. PLN akan mengundang sebanyak-banyaknya investor untuk turut serta dalam proyek itu. "Proyek itu terbuka, tapi pemenangnya tergantung dari kualitas peserta, jadi semata-mata bukan hanya pendanaan," katanya. Menyinggung soal tender, selain menenderkan EPC, PLN juga berencana untuk membuka penawaran tender untuk pasokan LNG bagi terminal tersebut. "Soal sumber LNG-nya sih banyak, seperti lapangan Tangguh milik BP, Bontang milik Pertamina, kilang Bintulu milik Malaysia, juga sumber dari Brunei. Tapi itu semuaharus melalui proses tender. Sekarang masih dikaji," ujarnya. Menurut rencana, lanjut Ali, tender tersebut baru akan dibuka pada tahun 2005 sebelum LNG terminal beroperasi.
(nit/)











































