Shell mengumumkan laba bersihnya turun menjadi US$ 1,18 miliar (851 juta euro) pada kuartal IV-2009, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 4,8 miliar. Sementara laba bersihnya sepanjang 2009 turun 69% menjadi hanya US$ 9,8 miliar.
Perusahaan yang listing di bursa London itu juga menyatakan akan memangkas 1.000 karyawannya pada tahun 2010 ini. Pada tahun 2009, Shell telah mengurangi 5.000 karyawannya dalam rangka efisiensi di tengah krisis global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga minyak meningkat dibandingkan setahun sebelumnya, namun harga gas dan marjing kilang turun secara tajam akibat lemahnya permintaan dan tingginya cadangan di industri. Kami tidak berasumsi akan ada pemulihan yang cepat dan outlook untuk 2010 masih tidak pasti," imbuhnya.
Produksi minyak Shell turun 2% selama kuartal IV-2009 menjadi 3,331 juta barel setara minyak per hari. Voser menambahkan, pihaknya menargetkan pertumbuhan yang signifikan dalam setahun ke depan.
"Kami mengambil langkah untuk memperbaiki kinerja, untuk menjembatani perusahaan dan pemegang saham kami ke sebuah periode dengan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan," ujar Voser.
(qom/dro)











































