Amankan Pasokan BBM, Pertamina Bangun 2 Tangki

Amankan Pasokan BBM, Pertamina Bangun 2 Tangki

- detikFinance
Kamis, 04 Feb 2010 19:51 WIB
Amankan Pasokan BBM, Pertamina Bangun 2 Tangki
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan membangun tangki pengolahan minyak mentah dan penyimpanan BBM untuk mengamankan pasokan BBM di dalam negeri.

Untuk tangki pengolahan minyak mentah rencananya akan dibangun di Lawe-lawe, Kalimantan Timur, sementara tangki penyimpanan BBM akan dibangun di Tanjung Uban, Batam.

"Dalam proyek ini, Kami tidak akan berpartner. 100 persen sahamnya dimiliki Pertamina," kata Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (4/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk tahap awal tangki penyimpanan BBM di Tanjung Uban sekitar 150 ribu kiloliter dan dalam waktu  1,5 tahun ke depan diharapkan meningkat sampai 2,5 juta kiloliter.

Saat ditanya berapa total investasi untuk proyek tersebut, Karen enggan menyebutkannya. "Saya tidak dapat menyampaikannya karena kami akan menerbitkan obligasi," kata Karen.

Sementara itu, untuk mengurangi impor minyak, Karen menyatakan pihaknya akan terus berekspansi ke luar negeri dengan mencari lapangan-lapangan migas di sana. "Untuk mengurangi impor, kami usaha lagi masuk ke Anggola dan Nigeria," kata dia.

Selain itu, Ia juga meminta kepada pemerintah agar diberikan hak secara otomatis untuk mengelola semua Production Sharing Contract (PSC) di dalam negeri yang akan berakhir mulai 2010.

Menurut Karen, pemberian hak secara otomatis untuk mengelola semua PSC ke perusahaan minyak nasional ini sudah diberlakukan di negara-negara lain.

"Misalnya Nigeria, setiap PSC yang berakhir itu  dikembalikan ke NOC (National Oil COmpany) mereka. Nigeria malah mengajak Pertamina untuk ikut serta," kata Karen.

Karen memaparkan kemampuan Pertamina untuk mengelola blok-blok migas yang sudah habis masa kontraknya tidak perlu diragukan lagi. Ini terbukti dari beberapa blok migas yang diakuisisi olehnya mengalami kenaikan produksi.

"Misalnya TAC Sanga-Sanga  produksi naik. Produksi Migas di blok ONWJ juga naik. Ini menunjukan kalau kami bisa kelola blok migas yang sudah berakhir masa kontraknya," ungkap Karen.

Namun saat perseroan mendapatkan saham  di suatu blok migas yang dikelola oleh perusahaan minyak internasional, Karen berharap perusahaan  tersebut mau membimbing Pertamina  dalam kegiatan produksi selama 10 tahun.

"Kaya di Blok Mahakam, kenapa  kita mau masuk 25 persen dulu? Itu karena kita mau belajar dulu, nanti setelah 10 tahun baru kami operasikan sendiri," ungkap dia.

Berdasarkan data milik Pertamina, saat ini terdapat 24 PSC-J0A yang akan berakhir masa kontraknya dalam 10 tahun ke depan, di antaranya Blok Bawean yang dikelola Medco Energi, Blok Pase yang dikelola ExxonMobil,West Madura milik Kodeco Energy, offshore Mahakam milik Total, North Sumatera blok A milik Medco energi, blok South East Sumatera yang dikelola CNOOC, Blok Siak dan blok East Kalimantan milik Chevron.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads