Untuk tangki pengolahan minyak mentah rencananya akan dibangun di Lawe-lawe, Kalimantan Timur, sementara tangki penyimpanan BBM akan dibangun di Tanjung Uban, Batam.
"Dalam proyek ini, Kami tidak akan berpartner. 100 persen sahamnya dimiliki Pertamina," kata Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (4/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya berapa total investasi untuk proyek tersebut, Karen enggan menyebutkannya. "Saya tidak dapat menyampaikannya karena kami akan menerbitkan obligasi," kata Karen.
Sementara itu, untuk mengurangi impor minyak, Karen menyatakan pihaknya akan terus berekspansi ke luar negeri dengan mencari lapangan-lapangan migas di sana. "Untuk mengurangi impor, kami usaha lagi masuk ke Anggola dan Nigeria," kata dia.
Selain itu, Ia juga meminta kepada pemerintah agar diberikan hak secara otomatis untuk mengelola semua Production Sharing Contract (PSC) di dalam negeri yang akan berakhir mulai 2010.
Menurut Karen, pemberian hak secara otomatis untuk mengelola semua PSC ke perusahaan minyak nasional ini sudah diberlakukan di negara-negara lain.
"Misalnya Nigeria, setiap PSC yang berakhir itu dikembalikan ke NOC (National Oil COmpany) mereka. Nigeria malah mengajak Pertamina untuk ikut serta," kata Karen.
Karen memaparkan kemampuan Pertamina untuk mengelola blok-blok migas yang sudah habis masa kontraknya tidak perlu diragukan lagi. Ini terbukti dari beberapa blok migas yang diakuisisi olehnya mengalami kenaikan produksi.
"Misalnya TAC Sanga-Sanga produksi naik. Produksi Migas di blok ONWJ juga naik. Ini menunjukan kalau kami bisa kelola blok migas yang sudah berakhir masa kontraknya," ungkap Karen.
Namun saat perseroan mendapatkan saham di suatu blok migas yang dikelola oleh perusahaan minyak internasional, Karen berharap perusahaan tersebut mau membimbing Pertamina dalam kegiatan produksi selama 10 tahun.
"Kaya di Blok Mahakam, kenapa kita mau masuk 25 persen dulu? Itu karena kita mau belajar dulu, nanti setelah 10 tahun baru kami operasikan sendiri," ungkap dia.
Berdasarkan data milik Pertamina, saat ini terdapat 24 PSC-J0A yang akan berakhir masa kontraknya dalam 10 tahun ke depan, di antaranya Blok Bawean yang dikelola Medco Energi, Blok Pase yang dikelola ExxonMobil,West Madura milik Kodeco Energy, offshore Mahakam milik Total, North Sumatera blok A milik Medco energi, blok South East Sumatera yang dikelola CNOOC, Blok Siak dan blok East Kalimantan milik Chevron.
(epi/dnl)











































