PT DI Berharap Ide N-2130 Bisa Diambil Konsorsium Asia
Selasa, 27 Apr 2004 23:54 WIB
Bandung - PT Dirgantara Indonesia (DI) berharap, hasil rancangan awal (preliminary design) maupun ide pengembangan pesawat jet komersial N-2130, bisa diambil konsorsium pembuatan pesawat terbang jet regional Asia. Jika ide dan rancangan awal N-2130 yang sudah dikembangkan sejak tahun 1995 itu diambil, maka akan ada loncatan waktu dan teknologi yang bisa menghemat cukup banyak waktu dan biaya.Harapan itu dikemukakan Direktur Utama PT DI, Edwin Soedarmo, menanggapi rencana pengembangan pesawat jet komersial yang bisa menghubungkan kota-kota besar di Asia, yang digagas oleh Gubernur Tokyo Shintaro Ishihara.Edwin menjelaskan hal itu kepada pers di Bandung Selasa (27/4/2004) sore, usai melakukan penandatanganan MoU dengan LPK Ariyanti Bandung untuk kerja sama pelatihan dan re-deployment karyawan PT DI yang di-PHK.Menurut Edwin, ide dan gagasan pesawat jet komersial Konsorsium Asia itu sebetulnya cukup terkait dengan proyek N-2130. "Kalau kami, ya terus terang berharap agar ide N-2130 itu yang bisa diambil. Kalau tidak, tentu harus dilakukan lagi studi dan pembuatan rancangan dari awal lagi," katanya.Untuk diketahui, sejumlah negara di Asia telah menyepakati untuk membentuk konsorsium bersama, guna mengembangkan pesawat jet komersial dan ekonomis untuk melayani jalur regional di kawasan ini.Ide yang digagas itu sebetulnya adalah untuk membuat pesawat jet berkapasitas sekitar 100 penumpang yang mempunyai daya jelajah atau waktu tempuh hingga 3 jam. Dengan demikian, kota-kota besar di Asia akan bisa terlayani.Namun ide pembuatan pesawat jet itu sendiri, diakui Edwin, merupakan satu dari 33 ide kerja sama lainnya yang akan dilakukan kota-kota besar di Asia. Beberapa rencana kerja sama lain misalnya soal moda transportasi, lingkungan hidup serta polusi, dan lainnya. "Pembuatan pesawat adalah salah satu dari sekian banyak kerja sama itu," tuturnya.Ketika ditanya apakah dengan demikian hasil kerja PT Dua Satu Tiga Puluh (PT DSTP) yang sempat dibentuk untuk mendanai proyek pembuatan pesawat N-2130 itu berarti akan dijual kepada Konsorsium Asia, Edwin menuturkan bahwa model bisnisnya masih akan dijajaki."Bisa saja, PT DSTP diikutkan dalam konsorsium itu atau model lain yang seperti apa? Yang jelas, kalau N-2130 itu jadi diwujudkan sudah merupakan satu keuntungan yang besar. Apalagi secara teknologi dan SDM, di PT DI ini sudah siap," tegasnya.Edwin mengaku sudah menjelaskan soal ide dan konsep pesawat canggih itu kepada Gubernur DKI Sutiyoso, sebagai salah satu anggota Asian Network of Major Cities 21 (ANMC-21). ANMC-21 sendiri dikoordinatori Gubernur Tokyo Shintaro Ishihara. Rencananya, ANMC-21 ini akan mengunjungi lokasi PT DI di Bandung pada Juni mendatang.
(ani/)











































