Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat jumpa pers di Gedung Menko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Jumat (5/2/2010).
"Kita bisa bersaing karena variasi corak kita lebih beragam. Dia (barang China) kan menangnya karena massal," jawab Mari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang tidak bisa disaingin yakni originalitas, dan filosofi di dalamnya," jelas Arief.
Batik, oleh Arief dinilai sangat luar biasa artinya. Setiap warna batik ataupun corak, memiliki maksud tersendiri. Sehingga, imbuh Arief, pemakaiannya pun tidak sembarang.
Lebih lanjut Mari berharap agar seluruh departemen terus menggalakan pemakaian batik. Hanya saja Mari meminta agar jangan sampai ada penyeragaman motif.
"Jangan diseragamkan karena akan menghidupkan inovasi," jelas Mari.
(mok/qom)











































