"Bagi Indonesia persiapan semacam itu akan dilakukan hanya setelah sumber-sumber energi primer kita yang lain sudah tidak ada yang bisa digunakan," kata Menteri ESDM Darwin usai sholat Jumat di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/2/2010).
Menurut Darwin, kajian pembangunan PLTN harus dilakukan secara komprehensif dan hati-hati. Apalagi saat ini beberapa negara tetangga mulai serius menjajaki pembangunan PLTN. Kajian tersebut sudah mulai dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, lima Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengurusi bidang energi nuklir menyatakan dukungannya terhadap pembangunan PLTN.
Lima LSM tersebut yaitu Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL), Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI), Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Institut Energi Nuklir (IEN), dan Woman in Nuclear Indonesia (WIN).
Saat ini, lebih dari 400 PLTN telah dioperasikan di dunia dan terbukti tingkat keamanan, keekonomisan, ramah lingkungan, serta kehandalannya terjaga. Masa pemanfaatan PLTN diperkirakan dapat diperpanjang hingga 60 tahun.
(epi/qom)










































