Berdasarkan situs resmi ROC Oil Company yang dikutip detikFinance, Jumat (5/2/2010), penurunan cadangan tersebut merupakan hasil dari simulasi reservoir awal yang dilakukan oleh ROC.
"ROC telah menggandeng konsultan independen, RISC (Resource Investment Strategy Consultants) untuk mereview hasil simulasi reservoir dan perkiraan cadangan yang telah dilakukan ROC," kata situs resmi ROC tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, saat ini ROC juga sedang mengevaluasi rencana pengembangan fase pertama proyek minyak dan fase dua proyek gas di blok BMG Gas Fase-2.
Adapun kepemilikan saham di Blok tersebut terdiri dari 30 persen saham dimiliki Roc Oil (VIC) Pty Limited (Operator ), Pantai Energy Limited sebesar 30 persen, CIECO Eksplorasi dan Produksi (Australia) Pty Ltd sebanyak 20 persen, Sojitz Energi Australia Pty Ltd sekitar 10 persen dan Pertamina Hulu Energi Australia Pty Ltd sekitar 10 persen
PT Pertamina Hulu Energi Australia, anak usaha PT Pertamina (Persero) membeli saham sebesar 10% pada Basker Manta Gummy Project dari Roc Oil Company Limited, Australia senilai AUD 31.5 Juta pada tanggal 27 Mei 2009.
Sementara itu, Direktur Usaha Internasional Pertamina Hulu Energi Dwi Martono menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian lembaga independen yang dilakukan oleh RISC yang akan selesai pada akhir Februari.
"Evaluasi itukan belum selesai, kami masih menunggu hasil kajian teknis dari lembaga independen baru bisa komentar," kata dia saat dihubungi detikFinance.
Dwi juga enggan mengomentari berapa besar kerugian yang dialami Pertamina dari turunnya cadangan di blok tersebut. "Belum bisa dipastikan rugi atau tidak karena kami masih tunggu hasil kajian tim independen," tandasnya.
(epi/dro)










































