Menurut Kepala BP Migas R Priyono, belum tercapainya target produksi minyak tersebut disebabkan adanya kendala teknis di sejumlah proyek migas.
"Kangean shutdown untuk proses lifting, produksi terhenti sebesar 2.500 barel per hari," kata Priyono di Kantor Kementerian ESDM, JalanMedan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi Blok Cepu yang dikelola oleh Mobil Cepu Limited, anak usaha ExxonMobil Indonesia juga mengalami penurunan menjadi 6.800 bph karena pembelinya yaitu PT Tri Wahana Universal dan Pertamina meminta penurunan pengiriman.
"Conoco Philips onshore turun 2.000 karena adanya pekerjaan pigging di Suban," kata dia.
BP Migas mencatat produksi minyak dan kondensat harian pada tanggal 4 Februari 2010 sebesar 950.266 bph. Sementara rata-rata produksi pada bulan Februari 952.096 bph.
"Padahal bila tidak ada kendala teknis produksi bisa mencapai 977.000 bph," kata dia.
Sementara untuk produksi gas pada tanggal 4 Februari sekitar 8.603 mmscfd dan untuk produksi bulan Februari sebesar 8.589 mmscfd.
(epi/dnl)










































