Dengan selesainya pembagian paket perdana ini maka kedua provinsi tersebut dinyatakan telah bebas dari minyak tanah bersubsidi. Program konversi di kedua provinsi tersebut dimulai sejak tahun 2007 dilaksanakan secara bertahap ke seluruh Kota/Kabupaten.
Demikian disampaikan Pertamina dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Sabtu (6/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat seluruh Kota dan Kabupaten telah bebas mitan subsidi maka mitan non subsidi yang tadinya diberi warna ungu untuk membedakan dengan mitan subsidi, kini kembali ke warna semula yaitu bening (tidak berwarna).
Dengan selesainya pembagian paket perdana tersebut, Pertamina mengharapkan masyarakat dapat secara optimal menggunakan elpiji 3 kg untuk kebutuhan sehari-hari dan memakai kompor beserta elpiji 3 kg sesuai tata cara yang telah disosialisasikan.
Hal ini perlu diperhatikan sungguh-sungguh agar masyarakat terhindar dari bahaya kebakaran yang mungkin terjadi akibat kesalahan pemakaian kompor dan elpiji 3 kg.
(dnl/dnl)











































