Pemerintah Targetkan Defisit RAPBN 2005 Capai 0,7-0,9 %
Rabu, 28 Apr 2004 12:02 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan defisit anggaran pada RAPBN 2005 berada di kisaran 0,7 hingga 0,9 persen atau secara nominal kurang dari Rp 20 triliun."Untuk RAPBN 2005, defisit direncanakan 0,7 hingga 0,9 persen. Kalau dibawah 1 persen, ya, berarti nilainya kurang dari Rp 20 triliun," kata Kepala BAF Depkeu Anggito Abimanyu disela-sela raker dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/4/2004).Sebelumnya Menkeu Boediono mengungkapkan bahwa pemerintah pada tahun 2005 menargetkan pertumbuhan ekonomi 5-5,5 persen dengan tingkat inflasi 5 persen, nilai tukar Rupiah Rp 8400-8750 per dolar AS, suku bunga SBI 7 persen, harga minyak mentah duniaUS$ 22-24 per barel dengan tingkat produksi 1,1 juta barel per hari.Subsidi BBMSementara menyangkut permintaan Pertamina agar pemerintah menaikkan subsidi bagi minyak tanah sebagai akibat melonjaknya konsumsi, Anggito menjelaskan bahwa hal itu masih perlu dilihat kembali. Pasalnya, berdasarkan asumsi, konsumsi minyak tanah seharusnya tidak melonjak. Anggito mensinyalir melonjaknya konsumsi minyak tanah oleh masyarakt dipicu oleh maraknya praktek penyelundupan. "Kalau penyelundupan tinggi, berapapun pasokan yang diberikan tidak akan cukup. Penyelundupan ini juga marak terlihat di Batam. Tapi nilainya berapa saya tidak tahu," ungkap Anggito.
(qom/)











































