Pembukaan Pelabuhan 24 Jam Dituding Tak Jalan

Pembukaan Pelabuhan 24 Jam Dituding Tak Jalan

- detikFinance
Senin, 08 Feb 2010 14:15 WIB
Jakarta - Kalangan dunia usaha mengeluhkan adanya program pembukaan pelabuhan 24 jam. Program ini dituding lumpuh karena hanya operator pelabuhan dan Bea Cukai saja yang membuka 24 jam sedangkan sistem perbankan tidak melakukannya.

"Masalah pelabuhan 24 jam itu harus di-support penuh sistem perbankan 24 jam, ini terkait pembayaran. Kalau pelabuhan dan Bea Cukai saja yang 24 jam, kalau perbankan tidak, ya lumpuh juga," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan (API) Benny Soetrisno di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (8/2/2010).

Ia mengharapkan agar perbankan dalam negeri ikut berpartisipasi dengan membuka pelayanan 24 jam di pelabuhan, hal ini akan membantu dunia usaha yang melakukan ekspor maupun impor. Bahkan dengan tegas Benny juga meminta praktek pungli harus diberantas termasuk di pelabuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benny menambahkan dengan sistem National Single Window (NSW) saat ini telah diterapkan, potensi pungli akan bisa diredam seminimal mungkin terutama di Bea dan Cukai.Β  Meskipun dalam pelaksanaannya peluang pungli di pelabuhan akan terus terjadi terutama yang menyangkut masih adanya interaksi fisik di pelabuhan.

"Dengan sistem elektronik akan mengurangi adanya pungli," kata Benny.

Seperti diketahui program pembukaan pelayanan pelabuhan 24 jam sejalan dengan pelaksanaan NSW yang dilakukan beberapa pelabuhan seperti Tanjung Priok, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Dumai, dan Pelabuhan Soekarno Hatta. Pada akhir Januari 2010 lalu Presiden SBY telah meresmikan pelaksanaan program tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. (hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads