"Masalah pelabuhan 24 jam itu harus di-support penuh sistem perbankan 24 jam, ini terkait pembayaran. Kalau pelabuhan dan Bea Cukai saja yang 24 jam, kalau perbankan tidak, ya lumpuh juga," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan (API) Benny Soetrisno di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Ia mengharapkan agar perbankan dalam negeri ikut berpartisipasi dengan membuka pelayanan 24 jam di pelabuhan, hal ini akan membantu dunia usaha yang melakukan ekspor maupun impor. Bahkan dengan tegas Benny juga meminta praktek pungli harus diberantas termasuk di pelabuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan sistem elektronik akan mengurangi adanya pungli," kata Benny.
Seperti diketahui program pembukaan pelayanan pelabuhan 24 jam sejalan dengan pelaksanaan NSW yang dilakukan beberapa pelabuhan seperti Tanjung Priok, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Dumai, dan Pelabuhan Soekarno Hatta. Pada akhir Januari 2010 lalu Presiden SBY telah meresmikan pelaksanaan program tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. (hen/dnl)











































