Pemerintah Serius Kembangkan Industri Hilir Sawit

Pemerintah Serius Kembangkan Industri Hilir Sawit

- detikFinance
Senin, 08 Feb 2010 14:56 WIB
Jakarta - Pemerintah benar-benar serius mengembangkan industri pengolahan hilir produk sawit termasuk crude palm oil (CPO) hingga turunannya. Pemerintah menyiapkan regulasi pembatasan ekspor produk sawit secara bertahap dan juga siap memberikan insentif maupun disinsentif terkait program ini.

"Akan ada disinsentif dan insentif di tingkat pengolahan sawit (hilir)," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (8/2/2010).

Hidayat menjelaskan, pemerintah berencana akan membatasi jumlah ekspor produk CPO hanya 50% pada tahun 2015, kemudian secara bertahap hingga 30% pada 2020 nanti. Ia memperkirakan produksi CPO Indonesia pada tahun 2020 akan mencapai 40 juta ton per tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini agar industri hilir kelapa sawit kita bisa berdaya saing," katanya.

Dengan demikian kata dia, secara  bertahap Indonesia akan menjadikan produk hilir sawit sebagai industri yang diprioritaskan memberikan nilai tambah di dalam negeri.

Sementara itu Dirjen Industri Agro dan Kimia Benny Wahyudi  mengatakan pemerintah telah menyiapkan beberapa wilayah seperti Sumatera Utara, Riau, dan lain-lain sebagai sentra pengembangan industri sawit.

"Kita sudah memperoleh komitmen, untuk mengembangkan produk hilir kelapa sawit," kata Benny.

Ia memperkirakan dengan adanya rencana pengembangan industri hilir sawit maka setidaknya pada tahun 2014 nanti jumlah jenis produk hilir sawit  Indonesia bisa meningkat hingga 30 jenis dari saat ini hanya mencapai 17 jenis produk hilir.

"Intinya bagaimana mendorong industri hilir kelapa sawit," ucap

Pada tahun 2009 lalu produksi CPO Indonesia mencapai 21 juta ton, berdasarkan data gabung pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki), jumlah CPO yang telah diekspor pada tahun 2009 mencapai 15,5 juta ton. Artinya kurang lebih 75% produksi CPO Indonesia diekspor ke luar negeri sisanya diolah di dalam negeri.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads