Ketua Hipmi Erwin Aksa mengatakan beberapa industri yang sangat dibutuhkan adalah pembangkit tenaga listrik yang saat ini banyak mendapat dukungan dari China.
"Ada persepsi dari pengusaha Amerika yang melihat Indonesia bukan negara investasi yang bagus, karena banyak investasi AS yang merasa dirugikan," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/2/2010)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan AS memang tidak memiliki ketergantungan ekonomi yang besar terhadap Indonesia sehingga dibanding negara lain seperti Jepang dan China, investasi, dan bantuan pembangunan yang diberikan Amerika hanya sedikit.
"Untuk itu Indonesia harus lebih agresif, agar ada investasi terutama untuk industri teknologi tinggi dan pertahanan," katanya.
Erwin juga berharap kunjungan nanti juga bakal meningkatkan kerjasama ekonomi untuk peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) nasional terutama untuk meningkatkan ekspor dan impor.
(hen/dnl)











































