Kestabilan Terjaga, RI Optimis Bisa Penuhi Target Investasi

Kestabilan Terjaga, RI Optimis Bisa Penuhi Target Investasi

- detikFinance
Kamis, 29 Apr 2004 10:52 WIB
Jakarta - Kepala BKPM Theo F Toemion optimis dengan mempertahankan kestabilan politik, keamanan dan makro ekonomi dipastikan dalam jangka panjang, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan investasinya guna menopang pertumbuhan ekonomi yang tinggi. "Jika stabilitas politik, keamanan, ekonomi dan makro bisa dijaga, dalam jangka panjang kita optimis investasi akan terpenuhi," ujar Toemion saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/4/2004).Pernyataan Toemion tersebut disampaikan sehubungan dengan dikeluarkannya outlook dari Bank pembangunan Asia yang menyebutkan Indonesia membutuhkan investasi setidaknya US$ 70 miliar pada tahun 2005-2009 dan US$ 150 miliar sampai tahun 2014 guna memperoleh pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 persen per tahun.Toemion menambahkan, dengan keberhasilan pemilu legislatif, maka diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan investor. Apalagi jika pemilihan presiden dan wakil presiden bisa berjalan dengan lancar, maka dipastikan bisa menjadi landasan yang kuat bagi investasi dalam jangka panjang. Berkaitan dengan Keppres pelayanan satu atap, Toemion meyebutkan juklak (petunjuk pelaksana) dan juknis (petunjuk teknis) sedang tahap finalisasi. Selanjutya BKPM akan mencoba mengurangi daftar negatif investasi. Sementara yang akan dipertahankan masuk dalam daftar negatif investasi adalah investasi yang menyangkut keamanan. Berdasarkan data tahun 2003, persetujuan PMDN sebanyak 196 proyek dengan nilai investasi Rp 50,1 triliun dimana realisasi berdasarkan ijin usaha tetap (IUT) sebanyak 100 proyek dengan nilai Rp 10,2 triliun.Untuk PMA jumlah persetujuan proyek sebanyak 1047 proyek senilai US$ 13,6 miliar dengan realisasi berdasarkan IUT sebanyak 492 proyekl senilai US$ 5,2 miliar. Berdasarkan data UNCTAD yang dilaporkan dalam world investment report 2003 arus penanaman modal langsung ke beberapa negara pesaing tercatat pada tahun 2002 Singapura FDI mencapai US 7,7 miliar, Thailand, US$ 1,1 miliar, Malaysia US4 3,2 miliar, Vietnam US$ 1,2 miliar, Korsel US$ 2 miliar dan Cina US$ 52,7 miliar. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads