Menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang saat ini masih menjabat dinilai masih bisa melanjutkan pemerintahan ke depan.
"Kabinet sudah cukup mewujudkan hasil yang dicapai 100 hari pemerintahan, sehingga tidak ada alasan pemerintah melakukan reshuffle," katanya di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Calon penggantinya adalah Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu. Sejumlah sumber resmi Golkar dan pemerintahan telah menyangkal isu itu. Misalnya saja Wasekjen Golkar Lalu Mara, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.
Beberapa ekonom menilai, Presiden SBY akan menjadi Presiden yang buruk jika mengambil keputusan berdasarkan 'deal' dengan salah satu pihak. Kebijakan Presiden tidak boleh berdasarkan 'kesepakatan' atau 'deal politics' karena hal tersebut tidak sehat dan bisa menurunkan kredibilitas Presiden.
(ang/qom)











































