Kenaikan Peringkat RI Hanya Soal Waktu

Kenaikan Peringkat RI Hanya Soal Waktu

- detikFinance
Rabu, 10 Feb 2010 13:25 WIB
Jakarta - Lembaga pemeringkat, Standard & Poor's (S&P) dikabarkan menolak untuk menaikkan peringkat Indonesia karena politisasi kasus bailout Bank Century. Namun Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto menegaskan, masalah kenaikan peringkat utang Indonesia hanyalah soal waktu saja.

"Kunci dari perbaikan rating paling tidak ada 2 yaitu stabilitas politik dan kepastian usaha, serta otoritas fiskal dan moneter yang kredibel. Setahu saya upgrade (rating) hanya soal timing saja," ujar Rahmat kepada detikFinance, Rabu (10/2/2010).

Namun Rahmat menolak berkomentar mengenai keterkaitan politisasi kasus bailout Bank Century dan kenaikan peringkat utang Indonesia. Yang pasti, sejumlah lembaga pemeringkat seperti Fitch Ratings, Moody's, dan S&P sebelumnya telah menilai kinerja ekonomi dan keuangan Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun lalu sampai dengan kuartal II, Indonesia salah satu dari 3 negara di dunia yang membukukan pertumbuhan positif. Pemerintah Indonesia dianggap paling mampu mengatasi krisis 2008," pungkas Rahmat.

S&P pada Oktober 2009 lalu menaikkan outlook Indonesia menjadi 'positif', dengan peringkat sovereign untuk utang valas dalam jangka panjang ke 'BB-' dan peringkat utang dalam rupiah ke 'BB+'. Kenaikan outlook itu sehubungan dengan ekspektasi pengurangan utang dan kehati-hatian manajeman fiskal yang dilakukan pemerintah.

Sementara Fitch Ratings sebelumnya juga menaikkan peringkat utang Indonesia dari 'BB' ke 'BB+'. Outlook untuk peringkat ini tetap 'stabil'. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads