Neraca Perdagangan Tekstil Surplus US$ 51 Miliar di 2009

Neraca Perdagangan Tekstil Surplus US$ 51 Miliar di 2009

- detikFinance
Rabu, 10 Feb 2010 19:43 WIB
Neraca Perdagangan Tekstil Surplus US$ 51 Miliar di 2009
Jakarta - Neraca perdagangan produk Tekstil dan Produk Tekstil Turunan (TPT) selama periode tahun 2009 mengalami surplus sebesar US$ 5,1 miliar. Ini meningkat tipis 1,1% dibanding periode Januari-Desember tahun lalu sebesar US$ 5 miliar.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikFinance Rabu (10/2/2010). "Neraca perdagangan TPT Indonesia dunia selama Januari-Desember 2009 surplus sebesar US$ 5,1 miliar," jelasnya.

Menurutnya, produk TPT tetap menjadi andalan sebagai salah satu komoditi ekspor. Ini terbukti dengan pabrik textil Apac, yang memproduksi benang, kain tenun grey dan denim, nilai penjualan per tahun tercatat US$ 215 juta, yang 90% diantaranya untuk ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam lima tahun terakhir, perkembangan ekspor TPT naik 7,2% dari sisi nilai, dan 2,1% dari sisi volume. Perolehan ekspor tahun 2008 saja US$ 10,1 miliar. Naik 3,4% dari tahun sebelumnya yang US$ 9,8 miliar," katanya.

Produk TPT banyak diekspor ke negara Amerika dan Uni Eropa. Jenisnya berupa jerseys, pullovers, cardigans, waistcoat of cotton, dan lain sebagainya. Sementara jenis TPT yang paling banyak diimpor Indonesia berupa kapas asal Amerika, Brazil dan Australia. Untuk kain rajutan Indonesia masih harus impor dari Hongkong, Korea Selatan, dan China.

Ekspor Produk Jamu Naik Menjadi US$ 9,7 Juta

Selama periode Januari hingga Oktober 2009 tercatat produk jamu (medicinal herbs) naik dari US$ 8,3 juta menjadi US$ 9,7 juta. Meskipun tren ekspor menurun,  namun produk jamu justru naik. Ini menunjukkan potensi Indonesia cukup besar dalam peningkatan produk jamu.

"Industri jamu memiliki aspek ekonomi, sosial dan budaya. 98% bahan baku berasal dari Indonesia. Jamu juga bermanfaat karena melibatkan banyak petani, peniliti. Estimasi mencapai 5 juta tenaga kerja," ucapnya.

Indonesia memiliki 1.247 industri obat tradisional, yang terdiri dari 129 merupakan pelau industri kecil. Omset jamu pun  tercatat mencapai Rp 5 triliun hingga 2008 lalu.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads