450 Kesepakatan Perdagangan Bebas Lahir Selama Setengah Abad

450 Kesepakatan Perdagangan Bebas Lahir Selama Setengah Abad

- detikFinance
Kamis, 11 Feb 2010 13:57 WIB
450 Kesepakatan Perdagangan Bebas Lahir Selama Setengah Abad
Jakarta - Sebanyak 450 kesepakatan perdagangan bebas atau Free Trade Area (FTA) regional telah disepakati selama kurang lebih 50 tahun terakhir.

Bermunculannya FTA-FTA di seluruh penjuru dunia termasuk ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) karena desakan globalisasi dunia dan terbenturnya kesepakatan perjanjian perdagangan bebas multilateral (WTO).

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami dalam acara diskusi kesiapan Jakarta terkait AC-FTA di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (11/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 450 FTA terjadi sejak tahun 1960-an sampai sekarang belum lagi yang bersifat FTA bilateral. Kenapa ini terjadi? karena sulitnya mencapai kesepakatan di multilateral," jelas Gusmardi.

Gusmardi juga mengatakan selain kesepakatan adanya masyarakat ekonomi ASEAN yang jatuh pada tahun 2015 nanti. Negara-negara ASEAN juga sudah sepakat melakukan kerjasama ekonomi ASEAN plus 3, ASEAN plus 6. Negara-negara di luar ASEAN seperti Korea, Jepang, China, Australia, India, Selandia Baru, dan lainnya akan bergabung.

"Dengan ASEAN plus 6 ini maka akan menjadi 16 negara (ASEAN). Ini perlu diketahui supaya kita tidak terkaget-kaget juga. Saya agak takut juga melihatanya ini, kalau kita terus sepeti ini," katanya.

Ia mengatakan dengan ASEAN plus 6, maka kekuatan ekonomi di wilayah ini akan menguasai separuh penduduk dunia termasuk dengan China. Dipastikan ASEAN plus 6 akan menjadi kekuatan ekonomi  baru dunia.

Bahkan kata dia selain wacana ASEAN plus 6, ide adanya Trans Pacific Partnership, dimana negara AS akan bergabung bersama sudah bergulir.

"Ini cepat atau lambat akan terjadi, kita harus antisipasi. Kalau kita hanya melihat untuk besok atau lusa, pasti kita tidak akan survive," katanya.

Mengenai AC-FTA, ia mengatakan masalah ketakutan terhadap perdagangan China bukan hanya menjadi kekhawatiran Indonesia saja. Banyak negara-negara di dunia termasuk negara maju mengalami hal yang sama.

"Perdagangan China yang ekspansi begitu cepat, ini perlu dibicarakan bersama," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads