Kelima trafo tersebut akan dipasang di Gardu Induk Kembangan, Gardu Induk Cilegon, Gardu Induk Cibatu, Gardu Induk Bekasi dan Gardu Induk Gandul.
"Kelima trafo ini akan masuk dan dipasang pada Oktober mendatang," ujar Direktur Operasi Jawa-Bali I.G.A Ngurah Adnyana di sela rapat dengar pendapat mengenai Penyelesaian Krisis Listrik dan Ketersedian Pasokan Gas dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tiga trafo yang sudah ada kontraknya berasal dari Asea Brown Boveri (ABB) perusahaan asal (Swiss) untuk Gardu Induk Gandul, Areva (Perancis) untuk Gardu Induk Cilegon, Hyundai (Korea Selatan) untuk Gardu Induk Cibatu. Ketiga pemenang tender tersebut sudah diputuskan akhir tahun lalu.
"Dua lagi sudah ditunjuk pemenangnya yaitu ABB untuk Gardu Induk Kembangan dan Xian (China) untuk Bekasi," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Ngurah mengklaim perseroan telah berhasil menekan biaya pembelian hingga 40 persen dalam tender pengadaan trafo tersebut.
"Tahun lalu kan harganya Rp 100 miliar lebih, tapi untuk tender yang tahun ini dapatnya Rp 67 miliar. Jadi kita bisa hemat 40 persen," tandasnya.
Selain itu, untuk memperkuat listrik Jakarta, saat ini PLN juga tengah mengadakan beauty contest untuk memilih perusahaan yang akan memperbaiki 4 fasa trafo. Hingga saat ini sudah ada lima perusahaan yang menyatakan minatnya di antaranya Areva dan Hyundai.
"Nanti tanggal 17 Februari mereka harus mengajukan penawaran harga," kata dia.
(epi/dnl)











































