"Dari total 2.400 BBTUD, kami baru mendapatkan suplai sebesar 1.150 BBTUD," kata Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
Ia mencontohkan untuk PLTGU Belawan, Sumatera Utara dari kebutuhannya sebesar 175 BBTUD, hingga kini baru mendapatkan pasokan sebesar 38 BBTUD dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Defisit pasokan gas lainnya dialami PLTGU Muara Karang dan Tanjung Priok Jakarta. Kedua PLTGU ini membutuhkan gas sebesar 575 BBTUD hingga akhir 2011, dari kebutuhan tersebut pasokan PGN sebesar 30 BBTUD dan Pertamina ONWJ 120 BBTUD.
"Nanti 400 BBTUD dari floating terminal yang dibangun di Teluk Jakarta," kata dia.
Untuk PLTGU Tambak Lorok masih membutuhkan gas sebanyak 166 BBTUD. Rencananya pasokan gas tersebut akan berasal dari lapangan Kepodang milik Petronas sebanyak 116 BBTUD dan 50 BBTUD dari lapangan Gundih Pertamina.
"Untuk yang Kepodang, kami tunggu keputusan pemerintah. Katanya sore ini," kata dia.
Untuk Jawa Timur total kebutuhannya sebesar 550 BBTUD, baru dipenuhi 250 BBTUD. Untuk memenuhi kekurangan gas tersebut, saat ini pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan Pertamina.
"Nanti itu dari Pertamina. Kita tidak tahu apakah dengan membangun floating receiving terminal atau bagaimana," tandasnya.
(epi/dnl)











































