"Saya garis bawahi karena kita semua sangat bekepentingan menjaga iklim kondusif ini bagi suksesnya ekonomi kita," ujar SBY dalam rakor polkam di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
Sesaat sebelumnya Presiden SBY memaparkan berbagai indikasi ekonomi terkini yang baru dilaporkan oleh tim ekonomi KIB II. Mulai dari cadangan devisa yang mencapai US$ 66,5 miliar, inflasi tahunan di bawah 3% dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini artinya kebijakan kita minimalkan dampak krisis telah mencapai sasaran. Ini prekondisi yang harus kita jaga. Saya tidak mau peluang yang kita miliki untuk berbuat lebih baik lima tahun ke depan ini tidak kita daya gunakan dengan baik," tegas SBY.
Dalam kesempatan pemberian anugerah penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara di Istana sebelumnya, SBY juga menyatakan bahwa pemerintah telah bekerja keras menjaga perekonomian agar terhindar dari gejolak krisis global.
"Kita sudah positif di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang negatif, kita Insya Allah bisa mencapai 4,5%. Inflasi angkanya 2,8%. DI dalam 30 tahun, hanya ada 3 tahun termasuk 2009 yang inflasinya di bawah 3%," tegas SBY.
Demikian pula cadangan devisa Indonesia yang mencapai US$ 66 miliar, atau merupakan angka tertinggi dalam sejarah Indonesia.
"Ini yang tertinggi, tapi kita mau suatu saat cadangan devisa kita US$ 100 miliar sehingga lebih aman bagi kita menghadapi guncangan," imbuh presiden.
(lh/qom)










































