Dinilai Kemahalan, Gula Eks Impor Tak Dilirik Pedagang

Dinilai Kemahalan, Gula Eks Impor Tak Dilirik Pedagang

- detikFinance
Kamis, 11 Feb 2010 18:34 WIB
Jakarta - Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) menilai harga gula eks impor oleh para perusahaan plat merah terlalu mahal. Para pedagang justru lebih memilih gula rafinasi dalam negeri yang lebih murah.

Hal ini disampaikan oleh Katua Umum Apegti Natsir Mansyur saat ditemui di kantor Kadin, Jakarta, Kamis (11/2/2010).

"Misalnya harga tebus gula impor oleh Bulog Rp 93.00 per kg, tapi rafinasi Rp 9.150 per kg, pedagang pilih rafinasi lah," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Natsir menambahkan, kualitas gula eks impor khususnya dari Bulog dengan gula rafinasi dalam negeri memiliki kualitas sama. Sehingga tidak mengherankan para pedagang lebih pilih rafinasi termasuk dirinya.

"Dengan harga itu kalau sampai ke konsumen bisa bertambah Rp 1000 per kg, jadinya tetap saja mahal yang impor," katanya.

Ia juga menyayangkan rencana impor gula 500.000 ton beberapa bulan lalu sudah jauh-jauh hari disampaikan oleh pemerintah. Walhasil harga gula dunia menjadi bergejolak, disaat yang sama para perusahaan yang ditugasi mengimpor sudah mendapat harga yang  lebih tinggi.

Ia mengkhawatirkan jika ini terus terjadi maka aturan mengenai dilarangnya gula rafinasi merembes ke pasar umum lambat laun akan ditabrak. Apalagi, Natsir menuduh saat pemerintah melakukan pasar murah saat ini menggunakan gula rafinasi.

"Bagi para pedagang untung Rp 25 per kg saja sudah bagus, apalagi kalau ada selisih sampai Rp 150," katanya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads