Mau Hadang Barang Impor Melalui Standar, Tapi Miskin Lab

Mau Hadang Barang Impor Melalui Standar, Tapi Miskin Lab

- detikFinance
Kamis, 11 Feb 2010 19:19 WIB
Mau Hadang Barang Impor Melalui Standar, Tapi Miskin Lab
Jakarta - Rencana pemerintah untuk menggalakkan standarisasi produk melalui standar nasional Indonesia (SNI) dalam rangka non tarif barrier, masih terkendala jumlah labolatorium uji teknis. Saat ini saja Badan Standardisasi Nasional (BSN) hanya memiliki 500 laboratorium (lab).

Deputi Informasi dan Promosi Standarisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) Dewi Odjar Ratna Komala mengatakan penggunaan SNI mulai dari penetapan spesifikasi teknis hingga implementasi SNI memerlukan banyak lab. Ia mencontohkan untuk lab khusus menangani helm saja saat ini di Indonesia hanya ada 1 lab di Bandung.

Dewi mengatakan dari 10 sektor industri prioritas seperti baja, tekstil, dan lain-lain saat ini telah mencapai 1.491 SNI dan 1.045 SNI produk. Jumlah itu belum sebanding dengan jumlah lab yang dimiliki pemerintah termasuk BSN dan Kementerian Perindustrian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana kita berikan insentif untuk membangun lab, juga mendorong perguruan tinggi, sudah ada satu yang mau yaitu UGM," kata Kepala BSN Bambang Setiadi di kantor Kadin, Jakarta, Kamis (11/2/2010).

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS Hidayat juga mengatakan akan mengerahkan segala cara untuk memaksimalkan lab-lab atau balai penelitian yang dimiliki pemerintah untuk memenuhi kebutuhan lab teknis SNI. Bahkan rencananya Hidayat akan mengerahkan lab-lab swasta untuk mendukung program ini dengan mengajak partisipasi swasta.

"Kalau diberikan swasta pasti lebih pada menghitungkan bisnis. Pemerintah yang harus berinvestasi dong," ucap Ketua Pokja P3DN Kadin Natsir Mansyur.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads