Basri: Pertumbuhan Ekonomi 7% Baru Bisa Tahun 2007

Basri: Pertumbuhan Ekonomi 7% Baru Bisa Tahun 2007

- detikFinance
Jumat, 30 Apr 2004 11:17 WIB
Jakarta - Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) M. Chatib Basri memprediksi Indonesia baru bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen pada tahun 2007 mendatang. Setidaknya, untuk menopang pertumbuhan ekonomi 7 persen itu dibutuhkan investasi sekitar 32 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), seperti saat sebelum krisis."Bayangan optimis saya tiga tahun dari sekarang atau 2007 baru bisa kembali ekonomi tumbuh 7 persen," kata Basri di sela-sela seminar "Peran BI dalam Mendorong Pertumbuhan Sektor Riil" di kompleks Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (30/4/2004).Ia mencontohkan, untuk menopang pertumbuhan ekonomi 7 persen setidaknya investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 500 triliun, dimana khusus untuk investasi infrastruktur untuk lima tahun ke depan dibutuhkan dana US$ 75 miliar dan untuk 10 tahun ke depan dibutuhkan US$ 150 miliar.Namun untuk bisa meningkatkan investasi tidak bisa serta merta dilakukan. Pasalnya, menurut Basri, untuk mendorong investasi dibutuhkan dana yang berasal dari tabungan. Sedangkan tabungan sulit diharapkan meningkat signifikan jika kebanyakan dana digunakan untuk konsumsi.Mengenai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5-5,5 persen pada tahun 2005, menurut dosen Fakultas Ekonomi UI tersebut, hal itu merupakan asumsi yang masuk akal dengan mempertimbangkan kondisi makro ekonomi yang ada. "Akan tetapi pertumbuhan sebesar itu tidak akan mampu mengatasi masalah pengangguran," katanya.Terkait nilai tukar rupiah yang dipatok sebesar Rp 8.400-8.750, ia menilai angka tersebut sebenarnya masih bisa menguat karena rupiah sangat tergantung kondisi global. Meskipun saat ini dolar AS cenderung menguat, namun dalam menengah dan panjang diperkirakan dolar AS akan stabil dan sedikit terdepresiasi. Alasannya, AS sendiri masih mengharapkan hal itu terjadi guna memperbaiki defisitnya dalam neraca perdagangan. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads