Demikian hal itu dikemukakan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/2/2010).
"Tahun ini tidak ada dividen interim, target Rp 24 triliun kayaknya sudah cukup dan bisa dipenuhi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi nanti kita lihat kebutuhan APBN-P 2010," ujarnya.
Total jumlah setoran dividen BUMN tahun lalu mencapai Rp 28,62 triliun, PT Pertamina (Persero) masih menjadi penyetor dividen terbesar. Pertamina sebagai penyumbang dividen terbesar telah menyetor sebanyak Rp 13,08 triliun.
Sebanyak Rp 10,47 triliun berbentuk kas, sedangkan sisanya berupa upsize DMO sebesar Rp 1,72 triliun dan penyelesaian piutang PT PLN (Persero) Rp 900 miliar.
Sementara sisa dividen yang telah disetorkan berasal dari BUMN lain non Pertamina yang mencapai Rp 15,54 triliun. Setoran dividen itu 4,7 persen melebihi target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2009 sebesar Rp 14,81 triliun.
(ang/dnl)











































