"Itu terdiri dari 1.955.376 KL per tahun untuk nelayan dan 561.600 KL per tahun untuk pembudidaya ikan skala kecil," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dalam siaran persnya yang dikutip detikFinance (16/2/2010).
Fadel memaparkan nelayan dan pembudidaya ikan sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro dan skala kecil. Pelaku usaha perikanan juga seringkali menghadapi kesulitan yang disebabkan oleh kondisi alam. Oleh karenanya, pemerintah yang memiliki sikap keberpihakan pada ekonomi rakyat kecil menganggap perlu meningkatkan subsidi bahan bakar minyak bagi nelayan dan pembudidaya ikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, saat ini nelayan hanya mendapatkan kuota pada tempat-tempat tertentu, sepanjang tahun dalam jumlah sama.
"Padahal kenyataannya kebutuhan BBM dipengaruhi oleh musim yang berubah-ubah dengan lokasi yang berpindah-pindah. Masalah lain, saat ini belum tertata mekanisme penyaluran BBM bagi pembudidaya ikan skala kecil,β kata dia
Berdasarkan itu semua, lanjut Fadel, maka mulai tahun ini pihaknya akan menata penyaluran BBM bagi pembudidaya ikan. Guna penyesuaian ketersediaan BBM dengan musim penangkapan ikan, maka diperlukan peningkatan koordinasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Badan Pengendali Hilir (BPH) Miga,s dan Badan Usaha, di antaranya PT Pertamina.
"Yang lebih penting lagi adalah pemenuhan kuota BBM bersubsidi sesuai kebutuhan, termasuk terhadap para nelayan di pulau-pulau kecil dan lokasi terpencil," jelasnya.
Untuk rencana Jangka menengah, supaya tercipta akurasi penerima subsidi, akan diupayakan sistem distribusi tertutup bagi nelayan dan pembudidaya ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memulai dengan penyediaan kartu nelayan.
Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), apabila dihitung dengan yang tersalurkan melalui instalasi atau depot berjumlah 1.322.505 kiloliter. Di antaranya adalah yang termasuk disalurkan lewat Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) dan lain-lain yang tersebar di 142 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, pada 244 titik lokasi.
(epi/dnl)











































