"Kerja sama ini dilakukan untuk menjamin pasokan avtur bagi kelancaran operasi penerbangan Garuda, dengan harga yang koiampetitif. Porsi pembelian di Pertamina diharapkan akan naik dari 60-65% menjadi 70-80%," ujar Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt. Ari Sapari seusai penandatanganan jual beli avtur di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (17/2/2010).
Ia menerangkan, volume jual beli avtur Garuda di luar negeri mencapai 500 juta liter. Porsi pembelian melalui Pertamina mencapai 325 juta liter atau 65% dari total konsumsi untuk penerbangan luar negeri. Nah, dengan kerja sama ini, diharapkan meningkat menjadi 400 juta liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina A. Faisal beralasan kerja sama ini sebagai wujud pengembangan usaha perseroan di luar negeri. Dengan bekerja sama dengan badan pengelola avtur internasional, World World Fuel, Pertamina akan memasok avtur yang dibutuhkan Garuda, dimana armada singgah di lima kota tersebut.
"Dari lima negara, misalkan Hong Kong, Pertamina akan tender, lalu suplai ke Garuda. Tidak ada harga khusus, karena itu merupakan kesepakatan internasional. Tapi kalau harga sama, Garuda akan beli ke kita. Kalau GCG, kita sudah masuk," paparnya.
(wep/dnl)











































