BORR Seksi 2 rencananya akan menghubungkan ruas jalan dari Kedunghalang hingga Yasmin sepanjang 4,1 km. Pembangunan BORR seksi 2 diprediksi tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan kemacetan di kawasan Kedunghalang pasca beroperasinya BORR seksi 1, namun juga untuk meningkatkan arus kendaraan (traffic) yang masuk ke BORR.
Demikian disampaikan anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia dalam rapat dengar pendapat dengan jajaran Kebinamargaan Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta, Rabu (17/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada alasan untuk menunda realisasi BORR seksi 2, karena pembebasan lahan sudah hampir rampung,"ujar Yudi.
Yudi menambahkan, saat ini arus kendaraan yang menggunakan BORR baru mencapai 18.000 kendaraan per hari dari target 28.000 kendaraan per hari. Belum terpenuhinya target tersebut menurut Yudi karena masih banyak pengguna jalan memandang efektivitas BORR seksi 1 belum terlalu signifikan manfaatnya.
Β
"Dengan dibangunnya seksi II animo pengguna jalan masuk ke BORR akan jauh meningkat," tegas Yudi.
Persoalan lainnya adalah timbulnya kemacetan baru di kawasan Kedunghalang dan sekitarnya akibat penumpukkan kendaraan yang keluar dari pintu tol Kedunghalang. Pada jam-jam tertentu, kemacetan terjadi baik di ruas jalan Sholeh Iskandar maupun ruas Jl Pajajaran.
Persoalan kemacetan di kawasan itu, menurut Yudi bisa dipecahkan jika seksi 2 dibangun minimal sejauh 1,2 km hingga ke simpang Yasmin.
Dalam kesempatan rapat itu Yudi juga membacakan surat tembusan dari Walikota Bogor, Diani Budiarto yang meminta PT Jasa Marga merealisasikan pembangunan BORR seksi 2. Dalam suratnya Diani memaparkan jika masalah pembebasan lahan untuk seksi 2 sudah selesai sehingga pembangunan seksi 2 bisa diselesaikan secepatnya. Diani juga berjanji bahwa Pemkota Bogor akan mendukung sepenuhnya penyelesaian BORR.
Menanggapi pernyataan Yudi, Dirut PT Jasa Marga, Frans mengakui jika realisasi ruas BORR seksi 2 mengalami keterlambatan. Menurut Frans, untuk seksi 2 saat ini masih menjalani tahap penyelesaian desain.Rencananya, pembangunan seksi 2 itu akan dilakukan bersamaan dengan seksi 3 yang menghbungkan Yasmin-Darmaga sejauh 3,2 km dan jalan arteri Pajajaran yang berstatus jalan nasional yang kini tengah mengalami pelebaran jalan.
"Saat ini kami masih menyelesaikan desainnya. Nanti begitu selesai kita lanjutkan lagi, terutama pembebasan tanahnya," ujar Frans. (qom/dnl)











































