Demikian disampaikan Koordinator Komunitas Pengusaha Anti Suap (Kupas) Iskandar Zulkarnain disela-sela acara penandatanganan dan rakor Kupas di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (17/2/2010).
"Dulu orang berani transfer, sekarang hanya berani tunai, takut terlacak. Sejak KPK ada, orang mulai hati-hati," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejeraan itu ada di mereka saat ini," katanya.
Hari ini sebanyak sembilan perusahaan swasta nasional yang mewakili perusahaan-perusahaan swasta lainnya, hari ini menandatangani pemantapan pakta anti suap di Graha Niaga Jakarta.
Komitmen anti suap ini merupakan inisiatif pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Pengusaha Anti Suap (Kupas).
Sebanyak sembilan perusahaan itu antara lain:
1. Bakrie& Brothers diwakili oleh Siddharta Moersjid
2. Inproma Engineering diwakili oleh Ilhamy Elias
3. Intermasa diwakili oleh Mughi A. Nurhani
4. Aetra Air Jakarta diwakili oleh Syahril Japarin
5. Bosowa Group diwakili oleh Erwin Aksa
6. Capitalinc Investment diwakili oleh Budi Prihantoro
7. Reguard diwakili oleh Muriadji
8. Relife diwakili oleh Inigo Bambang
9. Recapital Advisors diwakili oleh Ridwan.
(hen/qom)











































