IMF dalam pernyataannya menegaskan, akan segera memulai fase program penjualan emas ke pasar total 403,3 ton yang sudah disetujui pada September tahun lalu. IMF sebelumnya telah menjual 212 ton emasnya ke bank sentral sejumlah negara seperti India, Maurities dan Sri Lanka. India membeli 200 ton emas, Mauritius 2 ton dan Sri Lanka 10 ton.
"Penjualan emas ke pasar ini tidak termasuk penjualan emas diluar pasar yakni langsung ke bank sentral atau pemerintah lain yang tertarik," jelas IMF dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maklum saja, sejak menolong Asia dari krisis, pamor IMF mulai redup dan sejumlah negara memilih menghindari meminta pertolongan dari IMF karena berbagai syarat yang dinilai tidak pas untuk negara tersebut.
IMF selanjutnya akan menggunakan dana dari hasil penjualan emasnya itu untuk menciptakan sebuah rekening penampung yang akan menciptakan sumber-sumber pendapatan baru. IMF juga berjanji langkahnya itu tidak akan mengganggu harga emas di pasar.
"Sesuai dengan prioritas IMF untuk menghindari gangguan di pasar emas, maka penjualan emas ke pasar ini akan dilakukan sesuai dengan aturan," tegas IMF.
Bank-bank Sentral yang berpartisipasi dalam Central Bank Gold Agreement telah menyatakan penjualan emas dapat menjual sesuai kesepakatan yakni maksimal 400 ton per tahun dan 2.000 ton dalam 5 tahun dimulai 27 September 2009.
Namun rencana IMF itu langsung membuat harga emas turun hingga 1% setelah sempat melonjak sebelumnya.
Harga emas di pasar spot turun US$ 13,05 (1,17%) ke level 1.105,75 per ounce, setelah IMF mengeluarkan pengumuman rencana tersebut. Namun harga selanjutnya sedikit membaik ke level US$ 1.108,10 per ounce, lebih rendah dari perdagangan sebelumnya di level US$ 1.118,95.
"Ini merupakan reaksi lanjutan. Pada akhir perdagangan, penjualan emas dari IMF diketahui baik," jelas Jacob Oubina, analis dari Forex.com seperti dikutip dari Reuters.
(qom/qom)











































