Kenaikan Harga Tak Merata, Realisasi OP Beras Minim

Kenaikan Harga Tak Merata, Realisasi OP Beras Minim

- detikFinance
Kamis, 18 Feb 2010 11:54 WIB
Jakarta - Perum Bulog mencatat realisasi Operasi Pasar (OP) beras hingga pertengahan bulan Februari 2010 baru mencapai 1.400 ton. Angka realisasi ini relatif minim sejak mulai dilakukan OP beras oleh Bulog pada 15 Januari 2010.
 
"Sampai saat ini realisasi sudah mencapai 1.400 ton," kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso saat ditemui di sela-sela kunjungan Wapres Boediono ke Pasar Jatinegara, Jakarta, Kamis (18/2/2010).
 
Ia mengatakan minimnya realisasi OP saat ini karena lonjakan tajam harga beras (lebih dari 15%) yang terjadi beberapa bulan terakhir tidak terjadi di seluruh wilayah Tanah Air. Setidaknya Bulog telah melakukan OP di wilayah-wilayah sebagai berikut yaitu DKI Jakarta, Banten, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jogjakarta, Riau, dan lain-lain.
 
"Itu memang kasus, tidak semuanya (mengalami kenaikan tajam)," jelas Sutarto.
 
Ia menegaskan pelaksanaan OP beras sampai saat ini terus dilakukan dan tidak ada target khusus kapan dihentikan. Hal itu sangat tergantung dari permintaan dari Pemda masing-masing yang mengalami lonjakan harga beras.
 
"Kita punya cadangan beras pemerintah (CBP) 500.000 ton, di antaranya untuk bencana dan OP," jelasnya.
 
Sementara itu Pedagang Beras Cipinang, Rusli mengungkapkan semenjak terjadi panen di wilayah Jawa Tengah khususnya di Demak beberapa pekan lalu harga beras IR 64 III sudah turun menjadi Rp 5.400 per kg, padahal saat ini perum Bulog menjual beras OP dengan kualitas beras yang sama mencapai Rp 5.500 per kg.
 
"Saya jual harga di bawah OP, nggak perlu OP lagi," kata Rusli di sela-sela kunjungan Wapres Boediono di Pasar Cipinang.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads